Lebih bagus rem cakram (disc brake) atau rem tromol (drum brake)?

 Sebelumnya mari kita lihat bentuk fisik dari masing-masing sistem pengereman ini


Karakteristik rem cakram (disc brake) adalah sebagai berikut:

  • Heat transfer yang efektif karena ring gesekan tidak tertutup dan terpapar udara pendingin
  • Temperatur kritis di 700°C, bahkan untuki jenis ceramic disk bisa sampai 900°C
  • Vacuum servo diperlukan untuk mendukung pengendara dalam mengerem


Karakteristik rem tromol (drum brake):

  • Lebih tahan terhadap kotoran dan air karena sistem pengereman ini berada dalam cover penutup
  • Drum brake memiliki kemampuan untuk mendukung gaya rem tanpa vacuum servo. Ini bisa menjadi pedang bermata dua, di satu sisi anda sebagai pengguna dibantu dalam mengerem, di sisi lain ini berbahaya jika misalkan kondisi jalan dimana ban kiri berjalan di atas permukaan lebih licin menyebabkan mobil berbelok dengan sendirinya ke kanan, karena gaya rem kiri dan kanan yg berbeda menyebabkan grip pada jalan yang berbeda,
  • Temperatur kritis berkisar sekitar 300–350°C
  • Harga yang lebih murah.
  • Integrasi parking brake lebih mudah


Meskipun secara harga drum brake lebih murah, namun performance disk brake jauh lebih krusial karena temperatur kritis yang lebih tinggi berarti gaya rem yang lebih besar dibandingkan drum brake. Mengapa? Karena jika rem mencapai temperatur kritis, maka akan terjadi yang dikenal dengan brake fade atau rem blong. Peristiwa ini ditandai dengan friction coefficient atau daya gesek / cengkram dari rem yang menurun secara drastis sehingga diperlukan energi / daya tekan pada tuas rem yang lebih besar untuk mendapatkan daya cengkram yang sama untuk menghentikan kendaraan.


Oleh karena itu, performa drum brake sangat terbatas, karena batas temperatur yang hanya 350°C, sedangkan disk brake bisa tahan terhadap temperatur yang dua kali lebih tinggi. Inilah mengapa disk brake sudah menjadi standar untuk mobil-mobil terbaru. Drum brake jika anda kadang perhatikan masih sering ditemui di roda belakang, karena gaya rem hampir mayoritas dihasilkan di roda depan, rem di roda belakang digunakan hanya untuk mendukung kestabilan mobil dalam mengerem dan alasan safety, jika rem roda depan anda tidak berfungsi, maka setidaknya anda masih memiliki gaya rem meskipun sedikit.


Untuk mobil atau motor yang berorientasi pada kecepatan seperti di F1 sudah jelas pilihannya akan menggunakan disk brake. Drum brake lebih banyak digunakan di kendaraan-kendaraan berat karena harga yang lebih murah dan maintenance dan service yang lebih mudah dilakukan dibanding disk brake. Namun truk-truk khusus pasar Eropa sudah menggunakan disk brake sejak tahun 1980 karena alasan performance dan regulasi.


Secara performance dan stabilitas disk brake lebih baik, namun secara harga dan kemudahan maintenance drum brake lebih baik, drum brake lebih cocok untuk mobil dengan output power yang kecil dengan maksimum kecepatan rata-rata 100 km/h, bobot di bawah 1 ton, kira-kira seperti Suzuki Carry 800cc.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama