Karena segmen market itu yang sedang berkembang dan berpotensi untuk memberikan keuntungan. Untuk memahaminya mari kita lihat 2 jenis market berikut ini :
Red Ocean, dapat diartikan dimana kompetisi di pasar ini sudah berdarah-darah sehingga lautan menjadi memerah. Beberapa petarung mati tertumpah darahnya dan gagal bertahan sementara yang lainnya menjadi penguasa. Sementara Blue Ocean adalah tempat dimana masih sepi, belum ada kompetisi disana dan berperan dalam membuat kelas pasar atau segmen baru.
Terbentuknya 2 market ini karena adanya tren, perilaku pasar dari sisi produsen dan konsumen. Dalam dunia otomotif, memang dalam 1 dekade terakhir, pabrikan banyak sekali memproduksi mobil dengan mesin 1.500cc, dikarenakan beberapa faktor berikut
- Pasar di segmen ini masih tumbuh dan terus bertumbuh tanpa ada tanda-tanda mengalami kejenuhan
- Mesin kapasitas tersebut adalah batas performa yang "cukup" memenuhi kebutuhan bagi sebagian besar customer disegmen ini, dengan biaya produksi yang rendah serta konsumsi BBM yang hemat.
- Kelas ini lebih heterogen dari sisi konsumen, mulai dari orang sangat kaya yang ingin membelikan anak atau pegawainya kendaraan sampai orang yang beralih dari motor ke mobil.
- Kondisi lalu lintas dan budaya dalam berkendara
Mari kita lihat beberapa perspektif pasar, seperti pasar nasional, regional dan global. Untuk melihatnya lebih lanjut.
Di pasar nasional, kita bisa melihat bagaimana animo masyarakat memiliki kendaraan berupa mobil baik unit baru maupun bekas. Pemikiran kendaraan bandel, hemat BBM, bisa isi bensin kualitas rendah sampai pajak murah masih menjadi pilihan utama. Mobil dengan kapasitas 2.000cc keatas justru seperti menakutkan karena dianggap boros walau kenyataannya tidak seburuk itu.
Mesin dengan kapasitas yang lebih besar juga pasti akan lebih mahal baik dalam harga jual maupun pajak dan perawatannya. Sementara penggerak roda depan lebih berperan kepada penghematan biaya produksi yang berujung pada harga jual yang bersaing.
Kondisi lalu lintas yang cenderung macet juga membuat orang berfikir bahwa mereka tidaklah memerlukan kendaraan dengan tenaga yang besar.
Alasan regional lain mungkin berbeda, jika kita melihat Eropa, disana juga seperti di Indonesia dimana mobil CC kecil lebih menjual karena alasan aturan Euro 5, 6 dan seterusnya, lalu kehematan BBM dan asuransi juga pajak mempengaruhi total biaya kepemilikan.
Aturan Euro yang setiap tahunnya memperketat emisi, menyebabkan pabrikan otomotif mengakalinya dengan memperkecil kapasitas mesin namun menambahkannya dengan turbo agar menghasilkan tenaga yang buat konsumen Eropa masih dianggap penting.
Peugeot 2008 dengan mesin 1200cc Turbo
VW Beetle Tsi 1400cc Turbo
VW Golf Tsi 1400cc Turbo
Mercedes-Benz A Class 1300cc Turbo
Namun dengan mulai banyaknya produsen yang berfokus dalam pengembangan teknologi dan produksi kendaraan listrik, tentunya secara perlahan dan pasti akan terjadi pergeseran trend baik secara organik ataupun “paksa” oleh produsen maupun regulasi, ditambah karakter konsumen yang selalu mencari hal yang baru serta konsumen pada segemen ini adalah orang-orang yang sudah hidup dalam lingkup yang sangat mundah dalam mengakses teknologi dan informasi sehingga lebih dewasa dalam menentukan pilihannya berdasarkan berbagai pertimbangan dan perbandingan.
Dapat kita lihat fakta dilapangan dari tahun ke tahun harga mobil dengan kapasitas 1.500c ini semakin mahal dengan lompatan harga yang cukup fantastis pada beberapa merk dan tipe, hal ini tentu saja akan membuat potensial buyer dengan dana yang terbatas akan terpaksa untuk memilih kelas dibawahnya yang rata-rata menggunakan mesin 1.200cc, sementara untuk kalangan yang ingin naik kelas akan memiliki 2 opsi, yaitu memilih mobil dengan kapasitas 2.000cc keatas atau lompat ke platform teknologi baru mobil listrik dengan berbagai feature dan kelebihan yang tidak didapatkan pada mobil konvensional. Jika melihat dari karakter masyarakat Indonesia maka trend yang kemungkinan besar terjadi adalah mayoritas akan turun kelas ke 1.200cc karena segmen dengan daya beli di area ini yang menjadi mayoritas, ditambah harga BBM yang terus merangkak naik dan tingkat kemacetan yang kian hari kian tinggi di berbagai daerah.